Friday, September 27, 2019

BAB I ISTIADZAH DAN BASMALAH



1.1.  Dalil Istiadzah
فَإِذَا قَرَأۡتَ ٱلۡقُرۡءَانَ فَٱسۡتَعِذۡ بِٱللَّهِ مِنَ ٱلشَّيۡطَٰنِ ٱلرَّجِيمِ ٩٨
98) Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk (Q.S An-Nahl : 98)

1.2.  Sighot Istiadzah
اَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
اَعُوْذُ بِاللَّهِ السَّمِيْعِ العَليْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

1.3.  Sembilan Cara Membaca Basmalah
a.    Nunnya lafald Ar-rahman berharakat kasrah dan Mimnya lafald Ar-rahiim berharakat kasrah
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
b.   Nunnya lafald Ar-rahman berharakat fathah dan Mimnya lafald Ar-rahiim berharakat fathah
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنَ ٱلرَّحِيمَ
c.    Nunnya lafald Ar-rahman berharakat dhommah dan Mimnya lafald Ar-rahiim berharakat dhommah
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ
d.   Nunnya lafald Ar-rahman berharakat kasrah dan Mimnya lafald Ar-rahiim berharakat fathah
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمَ
e.    Nunnya lafald Ar-rahman berharakat kasrah dan Mimnya lafald Ar-rahiim berharakat dhommah
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمُ
f.     Nunnya lafald Ar-rahman berharakat fathah dan Mimnya lafald Ar-rahiim berharakat dhommah
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنَ ٱلرَّحِيمُ
g.   Nunnya lafald Ar-rahman berharakat dhommah dan Mimnya lafald Ar-rahiim berharakat fathah
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنُ ٱلرَّحِيمَ

Ketujuh macam cara membaca basmalah tersebut yang boleh dipakai dalam shalat hanya بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Hukum yang berikut ini tidak boleh karena susunan mubtada’ dan khabar memisahkan antara sifat dan mausuf
h.   Nunnya lafald Ar-rahman berharakat fathah dan Mimnya lafald Ar-rahiim berharakat kasrah
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنَ ٱلرَّحِيمِ

Hukum yang berikut ini juga tidak boleh karena susunan fi’il dan fa’il memisahkan antara sifat dan mausuf
i.     Nunnya lafald Ar-rahman berharakat dhommah dan Mimnya lafald Ar-rahiim berharakat kasrah
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنُ ٱلرَّحِيمِ

1.4.  Hukum Membaca Basmalah
a.    Basmalah wajib dibaca pada awal Surat Al-Fatihah
Sabda Nabi Muhammad saw. yang diriwayatkan Imam Daroquthni :
وَبِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ أَيَةٌ مِنْهَا
b.   Basmalah Sunnah dibaca pada setiap awal surat dalam Al-Qur’an kecuali Surat Al-Fatihah dan  Surat At-Taubah (Al-Baro’ah)
Sabda Nabi Muhammad saw. yang diriwayatkan Imam Abu Dawud :
كُلُّ أَمْرٍ دِيْ بَالٍ لاَيُبْدَاُ فِيْهَا بِبِسْمِ اللَّهِ فَهُوَ أَقْطَعُ
c.    Basmalah boleh (jaiz) dibaca pada tengah Surat At-Taubah (Al-Baro’ah)
d.   Basmalah haram dibaca pada awal Surat At-Taubah (Al-Baro’ah); karena surat ini mengisahkan tentang peperangan antara musyrikin makkah dan kaum muslimin.
بَرَآءَةٞ مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦٓ إِلَى ٱلَّذِينَ عَٰهَدتُّم مِّنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ١ فَسِيحُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ أَرۡبَعَةَ أَشۡهُرٖ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّكُمۡ غَيۡرُ مُعۡجِزِي ٱللَّهِ وَأَنَّ ٱللَّهَ مُخۡزِي ٱلۡكَٰفِرِينَ ٢
1) (Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka); 2) Maka berjalanlah kamu (kaum musyrikin) di muka bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat melemahkan Allah, dan sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir

1.5.  Istiadzah, Basmalah, dan Awal Surat
a.    Qoth’ul Jami’ : Membaca istiadzah waqaf, membaca basmalah waqaf, kemudian membaca awal surat
اَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ۞ بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ۞ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ۞
b.   Qoth’ul Awal waWashluts Tsani : Membaca istiadzah waqaf, membaca basmalah tanpa waqaf  langsung membaca awal surat
اَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ۞ بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ  ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ۞
c.    Washlul Awal waQoth’uts Tsani : Membaca istiadzah tanpa waqaf  langsung membaca basmalah waqaf , kemudian membaca awal surat
اَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ  بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ۞ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ۞
d.   Washlul Jami’ : Membaca istiadzah tanpa waqaf  langsung, basmalah tanpa waqaf  langsung membaca awal surat
اَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ  بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ  ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ۞
1.6.  Basmalah antara Dua Surat
a.    Qoth’ul Jami’ : Membaca akhir surat waqaf, membaca basmalah waqaf, kemudian membaca awal surat
 لَكُمۡ دِينُكُمۡ وَلِيَ دِينِ ٦ بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ۞ إِذَا جَآءَ نَصۡرُ ٱللَّهِ وَٱلۡفَتۡحُ ١
b.   Qoth’ul Awal waWashluts Tsani : Membaca akhir surat waqaf, membaca basmalah tanpa waqaf  langsung membaca awal surat
لَكُمۡ دِينُكُمۡ وَلِيَ دِينِ ٦ بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ  إِذَا جَآءَ نَصۡرُ ٱللَّهِ وَٱلۡفَتۡحُ ١
c.    Washlul Jami’ : Membaca akhir surat tanpa waqaf  langsung, basmalah tanpa waqaf  langsung membaca awal surat
لَكُمۡ دِينُكُمۡ وَلِيَ دِينِ  بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ  إِذَا جَآءَ نَصۡرُ ٱللَّهِ وَٱلۡفَتۡحُ ١

Hukum yang keempat ini tidak boleh karena dikhawatirkan orang yang mendengar bacaan tersebut mengira bahwa basmalah adalah akhir surat.

d.   Washlul Awal waQoth’uts Tsani : Membaca akhir surat tanpa waqaf  langsung membaca basmalah waqaf , kemudian membaca awal surat

No comments:

Post a Comment